idle

semester tiga. bukan semester yang indah dalam kecap awalnya. dihujam tugas bukanlah kebiasaan saya di semester sebelumnya. ada sejenak paranoia berjalan seorang diri di selasar kampus, menghindari gerombol yang tak ingin ditemui. ada tekanan dari dalam diri yang memaksa jasmani terbaring lemah. ada banyak cerita, semua dilalui dalam tiga bulan perkuliahan, semua menghadirkan tanda tanya: ke manakah gairah saya?

saat pulang adalah solusi menjalani hari. saat rumah adalah tempat berlindung terbaik. semua berubah. banyak pandangan saya berubah tentang segala hal dalam hidup perkuliahan saya yang ibarat spektrum warna yang kian pudar.

semester tiga. tempat saya bertanya di dalam batin atas keberadaan saya. semoga lekas berlalu.

the only way

in order to achieve something one should prioritize a thing or two and probably sacrifice the rest out of options.

I never had the guts, though. “getting over” is probably the only thing I want to achieve at moments like this but I am too fragile to break the bonds.

but since all we have is distance, it must be easy, right?

I’m beyond ready to approach the only way…

have you ever being in the state of considering leaving but the object we’re about to leave is constantly hitting your head and heart?

merci beaucoup.